Organisasi Pembuat Tolok Ukur Akuntasi Dan Audit Internasional - Kolom Info

Organisasi Pembuat Standar Akuntansi dan Audit Internasional : Standar akuntansi meliputi konvensi , peraturan , dan mekanisme yang sudah disusun , dan disahkan oleh suatu forum resmi (badan pembentuk standar) pada di saat tertentu. Standar akuntansi merupakan dilema yang penting dalam dunia profesi akuntansi , tergolong bagi para pemakai laporan keuangan. Karena itu , mekanisme pembentukan patokan akuntansi haruslah dikelola sedemikian rupa sehingga sanggup menampilkan kepuasan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Standar akuntansi ini akan secara terus-menerus berubah dan meningkat seiring dengan perkembangan zaman , dunia jerih payah , dan pertumbuhan teknologi.

Enam organisasi sudah menjadi pemain utama dalam penentuan patokan akuntansi internasional dan dalam mengiklankan harmonisasi akuntansi internasional :
1. Badan Standar Akuntansi International (IASB).
2. Komisi Uni Eropa (EU).
3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO).
4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC).
5. Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (International Standars of Accounting and Reporting - ISAR) , bab dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development - UNCTAD).
6. Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Kelompok Kerja OEDC).

Organisasi Akuntasi Internasional

1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB).
Badan pembuat patokan akuntansi untuk wilayah Eropa merupakan IASB (International Accounting Standard Board). Standar terbuat oleh IASB , di saat itu (sebelum tahun 1990) belum digemari oleh dunia. Hal ini alasannya perkembangan ekonomi Amerika masih dijadikan selaku patokan perkembangan bisnis dunia. Produknya yakni IAS yang kemudian meningkat menjadi menjadi IFRS (International Financial Reporting Standard).

Tujuan IASB yakni :
1. Untuk membuatkan dalam kepentingan lazim , satu set patokan akuntansi global yang bermutu tinggi , sanggup dimengerti dan sanggup dipraktekkan yang mengharuskan pemberitahuan yang bermutu tinggi , transparan , dan sanggup dibandingkan dalam laporan keuangan.
2. Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat.
3. Untuk menjinjing konvergensi patokan akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional dan Pelaporan Keuangan Internasional kea rah penyelesaian bermutu tinggi.

2. Uni Eropa (Europen Union-EU).
Salah satu tujuan EU yakni untuk meraih integrasi pasar keuangan eropa. Untuk tujuan ini , EC sudah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sungguh besar untuk meraih pasar tunggal bagi :
· Perubahan modal dalam tingkat EU.
· Membuat kerangka dasar aturan lazim untuk pasar surat bermanfaat dan derivatif yang terintegrasi
· Mencapai satu set patokan akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.

3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO).
Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (International Organization of Securities Commissions-IOSCO) beranggotakan sejumlah tubuh regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Menurut bab pembukaan budget IOSCO: Otoritas pasar modal menegaskan untuk melakukan pekerjaan bantu-membantu dalam menegaskan pengaturan pasar yang lebih baik , baik pada tingkat domestik maupun internasional , untuk menjaga pasar yang adil , efisien dan sehat:
· Saling menukarkan pemberitahuan menurut pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestik.
· Menyatukan upaya-upaya untuk menghasilkan standard an penhawasan efektif terhadap transaksi surat bermanfaat internasional.
· Memberikan tunjangan secara bantu-membantu untuk menegaskan integritas pasar lewat penerapan patokan yang ketat dan penegakkan yang efektif terhadap pelanggaran.
· IOSCO sudah melakukan pekerjaan secara ekstensif dalam pengungkapan internasional dan patokan akuntansi memfasilitasi kesanggupan perusahaan menemukan modal secara efisien lewat pasar global surat berharga.

Tujuan terutama yakni untuk memfasilitasi proses yang sanggup digunakan para penerbit saham kelas dunia untuk menemukan modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh pasar modal yang terdapat seruan investor. Komite ini melakukan pekerjaan sama dengan IASB , antara lain dengan menampilkan masukan terhadap proyek-proyek IASB.

4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC).
IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara , yang mewakili lebih dari 2 ,5 juta orang akuntan. Didirikan tahun 1977 , dimana misinya yakni untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi patokan sehingga akuntan sanggup menampilkan jasa bermutu tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.

Majelis IFAC , yang berjumpa setiap 2.5 tahun , memiliki seorang perwakilan dari setiap organisasi anggota IFAC. Majelis ini memiliki suatu dewan , yang berisikan para individu yang berasal dari 18 negara yang diseleksi untuk masa 2.5 tahun. Dewan ini , yang berjumpa 2 kali setiap tahunnya , menegaskan kebijakan IFAC dan memantau operasinya. Administrasi harian dijalankan oleh Sekretariat IFAC yang berlokasi di New York , yang memiliki staf professional akuntansi dari seluruh dunia.

5. Kelompok Kerja Antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Pakar Dalam Standar Internasional Akuntansi Dan Pelaporan (ISAR).
ISAR dibikin pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kalangan kerja antar pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. Mandat khususnya yakni untuk mendorong harmonisasi patokan akuntansi nasional bagi perusahaan. ISAR merealisasikan mandat tersebut lewat pembahasan dan pengukuhan praktik terbaik , tergolong yang diusulkan oleh IASB. ISAR merupakan penunjang permulaan atas pelaporan lingkungan hidup dan sejumlah inisiatif modern berpusat pada manajemen perusahaan dan akuntansi untuk perusahaan berskala kecil dan menengah.

6. Organisasi Untuk Kerjasama Ekonomi Dan Pembangunan (OECD).
OECD merupakan organisasi internasional Negara-negara industry maju yang berorientasi ekonomi pasar. Dengan keanggotaan yang berisikan Negara-negara industry maju yang lebih besar , OECD sering menjadi musuh yang handal terhadap badan-badan lain (seperti PBB atau Konfederasi Internasional Persatuan Perdagangan Bebas) yang menjurus untuk menjalankan langkah-langkah yang berlawanan dengan kepentingan anggota-anggotanya.

:
Selain organisasi diatas terdapat 4 organisasi yang juga memiliki imbas dalam perkembangan patokan akuntasi yakni :
1. Securities and Exchange Commission (SEC).
SEC dibikin pertama kalinya pada tahun 1934 , dimana kiprah terutama yakni untuk mengendalikan penerbitan dan transaksi jual beli sekuritas oleh emiten terhadap khalayak ramai (publik). SEC juga mengharuskan perusahaan publik mudah-mudahan pembukuan keuangan eksternalnya diaudit oleh akuntan independen.

SEC sungguh konsentrasi terhadap pelaporan keuangan perusahaan publik dan pengembangan patokan akuntansi. SEC juga secara seksama memonitor proses pembentukan patokan akuntansi di Amerika. SEC menolong membuatkan dan menstandarisasi pemberitahuan keuangan yang disuguhkan terhadap para pemegang saham. SEC memiliki mandat untuk menegaskan prinsip-prinsip akuntansi.

2. American Institute of Certified Public Accountans (AICPA).
AICPA yakni suatu organisasi profesi akuntan public di Amerika. Organisasi ini diresmikan pada tahun 1887 dan mempublikasikan jurnal bulanan dengan nama Journal of Accountancy. AICPA memiliki kiprah penting dalam pengembangan dan pembentukan patokan akuntansi , tergolong penyiapan (penyelenggaraan) cobaan sertifikasi dan pendidikan berkesinambungan bagi para akuntan publik.

Atas desakan SEC , pada tahun 1939 AICPA membentuk Committee on Accounting Procedure (CAP). CAP yang beranggotakan akntan praktisi , mempublikasikan 51 Accounting Research Bulletins yang menanggulangi banyak sekali dilema akuntansi sepanjang tahun 1939 hingga dengan tahun 1959. Namun , pendekatan dilema per dilema ini gagal menampilkan kerangka prinsip akuntasni yang terorganisir sebagaimana yang diperlukan dan yang diinginkan. Untuk itu , pada tahun 1959 AICPA mendirikan Accounting Principles Boards (APB).

Tugas utama dari APB yakni :
· mengajukan rekomendasi secara tertulis perihal prinsip akuntansi ,
· menyeleksi praktik akuntansi yang sempurna ,
· menyederhanakan celah perbedaan-perbedaan yang ada serta ketidakkonsistennan yang terjadi dalam praktik akuntansi di saat itu. Seiring berjalannya waktu.

3. Financial Accounting Standards Boards (FASB).
FASB merupakan organisasi sektor swasta yang bertanggung jawab dalam pembentukan patokan akuntansi di Amerika di saat ini. FASB diresmikan pada tahun 1973 , mengambil alih APB. Anggota FASB berasal dari banyak sekali latar belakang (audit , akuntansi korporasi , jasa keuangan , dan akademisi). Penunjukan anggota FASB yang gres , dijalankan oleh Financial Accounting Foundation (FAF). FAF yakni suatu tubuh independen , sama menyerupai FASB , terbuat dengan wakil dari profesi akuntansi , komunitas bisnis , pemerintah , dan akademisi.

Fungsi utama dari FASB yakni mempelajari dilema akuntansi terkini dan menegaskan patokan akuntansi. Standar ini dipublikasikan selaku Statement of Financial Accounting Standards (SFAS). FASB juga menerbitkanStatement of Financial Accounting Concepts (SFAC) yang menampilkan kerangka kerja konseptual yang memungkinkan untuk dikembangkannya patokan akuntansi khusus. SFAC diterbitkan pada tahun 1978 selaku rancangan mendasar yang mau digunakan FASB dalam membuatkan patokan akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan. Tidak menyerupai SFAS , SFAC bukan merupakan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang selaku prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Dalam menegaskan patokan akuntansi keuangan , FASB mesti tanggap terhadap keperluan dari seluruh komunitas dan menetapkannya secara transparan di depan publik. Hal ini dijalankan dengan menampilkan peluang yang seluas-luasnya secara adil (tanpa memihak) terhadap semua komunitas terkait untuk mengungkapkan usulan mereka sebelum patokan yang gres diterbitkan dan diberlakukan.

:
4. Governmental Accounting Standards Board (GASB).
GASB dibikin pada tahun 1984 oleh FAF dengan kiprah menegaskan patokan akuntansi keuangan pemerintah. Sturuktur organisasi GASB serupa dengan struktur FASB. GASB memeiliki dewan penasehat yang bernamaGovernmental Accounting Standards Advisory Council (GASAC).

Standar ini dinamakan selaku prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku lazim (Generally Accepted Accounting Principles). Standar ini diharapkan selaku patokan (pedoman) dalam penyusunan pembukuan keuangan yang baku. Dengan adanya patokan ini , pihak administrasi selaku pengurus dana dan acara bisnis sanggup mencatat , mengikhtisarkan , dan melaporkan seluruh hasil aktivitas operasional maupun financial perusahaan secara baku (yang secara patokan diterima umum) dan transparan.

GAAP bersumber dari beberapa ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan oleh banyak sekali organisasi pembentuk patokan akuntansi di Amerika (FASB , EITF , AICPA dan SEC). ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan oleh masing-masing organisasi tersebut memiliki tingkat kewenangan (otoritas) yang berbeda. Hierarki GAAP yang diterbitkan oleh FASB menyeleksi sumber prinsip akuntansi dan kerangka kerja penyeleksian prinsip yang mau digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.
RelatedPosts

Tidak ada komentar untuk "Organisasi Pembuat Tolok Ukur Akuntasi Dan Audit Internasional - Kolom Info"